Categories : Tips & Tricks

 

cloud computing

Sekarang sudah jamannya kita beralih ke system Cloud. System Cloud yang kita kenal ada banyak, mulai dari IAAS (Infrastructure as a service), PAAS (Platform as a service), hingga SAAS (Software as a service). Semua istilah itu mengacu untuk Public Cloud maupun Private Cloud. Tapi, tahukah anda bahwa Cloud itu dapat kita buat sendiri (Private Cloud), maupun kita gabungkan dengan yang di Public (Hybrid Cloud)?

Public Cloud

Public Cloud adalah layanan Cloud Computing yang disediakan untuk masyarakat umum. Kita sebagai user tinggal mendaftar ataupun bisa langsung memakai layanan yang ada. Banyak layanan Public Cloud yang gratis, dan ada juga yang perlu membayar untuk bisa menikmati layanannya.

Contoh Public Cloud yang gratis: Windows Live Mail, Skype, Bing, dsb.

Contoh Public Cloud yang berbayar: Office 365, Windows Azure, Windows Intune, dsb.

Keuntungan menggunakan layanan Public Cloud dari Microsoft:

  • Kita tidak perlu investasi dan merawat infrastruktur, platform, ataupun aplikasi.
  • Mengurangi biaya operasional seperti listrik, AC, tempat, dll.
  • Tinggal pakai secara gratis (untuk layanan yang gratis) atau bayar sejauh pemakaian kita (pay as you go).
  • Office 365 dan Windows Azure tidak harus menggunakan koneksi internet kantor, tapi dapat menggunakan koneksi internet apapun, dan multi-device.
  • Windows Azure dan Office 365 merupakan salah satu penyedia layanan Public Cloud yang sudah memiliki sertifikat ISO 27001 untuk perihal security dan audit, sehingga data dijamin keamanannya. Untuk informasi sertifikasi yang sudah diperoleh, dapat dilihat di tautan berikut ini: http://azure.microsoft.com/en-us/support/trust-center/compliance

Kerugian menggunakan layanan Public Cloud:

  • Sangat tergantung denga kualitas layanan internet yang kita pakai, jika koneksi internet mati, kita tidak bisa memakai layanannya, namun kita dapat bekerja menggunakan koneksi apapun (Office 365 dan Azure).
  • Tidak semua penyedia layanan menjamin keamanan data kita. Untuk itu, kita perlu hati-hati dalam memilih provider Public Cloud ini. Pelajari dengan seksama profil dan Service Level Agreement dari penyedia layanan.

Private Cloud

Private Cloud adalah layanan Cloud Computing yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan internal dari organisasi/perusahaan. Biasanya departemen IT akan berperan sebagai Service Provider (penyedia layanan) dan departemen lain menjadi user (pengguna). Sebagai Service Provider, tentu saja Departemen IT harus bertanggung jawab agar layanan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan standar kualitas layanan yang telah ditentukan oleh perusahaan, baik infrastruktur, platform, maupun aplikasi yang ada. Untuk membuat layanan Private Cloud cukup bermodalkan Windows Server Datacenter dan System Center saja, kita sudah dapat membuat sebuah Private Cloud yang telah disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan perusahaan.

Contoh layanan yang dapat dilakukan:

SAAS: Web Application Internal, Sharepoint, Mail Server Internal, Database Server untuk keperluan internal.

PAAS: Sistem Operasi + Web Server + Framework + database yang disediakan untuk internal.

IAAS: Virtual Machine yang bisa di request sesuai dengan kebutuhan internal.

Keuntungan menggunakan layanan Private Cloud:

  • Keamanan data terjamin, karena dikelola sendiri.
  • Menghemat bandwith internet ketika layanan itu hanya di akses dari jaringan internal.
  • Proses bisnis tidak tergantung dengan koneksi internet, tapi tetap saja tergantung dengan koneksi internet lokal (intranet).

Kerugian menggunakan layanan Private Cloud:

  • Investasi besar, karena kita sendiri yang harus menyiapkan infrastruktur-nya.
  • Butuh tenaga kerja untuk merawat dan menjamin layanan berjalan dengan baik.
  • Bila jaringan menuju keluar down, maka layanan hanya dapat dinikmati secara lokal saja (cabang-cabang tidak dapat mengerjakan pekerjaannya).

hybrid cloud

Hybrid Cloud

Hybrid Cloud adalah gabungan dari layanan Public Cloud dan Private Cloud yang di implementasikan oleh suatu organisasi/perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini, kita bisa memilih proses bisnis mana yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan proses bisnis mana yang harus tetap berjalan di Private Cloud.

Contoh layanan Hybrid Cloud dari Microsoft:

Perusahaan A menyewa layanan dari Windows Azure (Public Cloud) sebagai “rumah” yang akan dipakai untuk aplikasi yang mereka buat, tapi karena undang-undang yang berlaku, data nasabah dari perusahaan A tidak boleh ditaruh di pihak ketiga. Karena perusahaan A taat pada aturan yang ada, maka data dari nasabah tetap disimpan di database mereka sendiri (Private Cloud), dan aplikasi akan melakukan koneksi ke database internal tersebut.

Perusahaan B menyewa layanan dari Office 365 (Public Cloud), dan karena perusahaan B tersebut sudah punya Active Directory yang berjalan di atas Windows Server mereka (Private Cloud) maka kita bisa konfigurasikan Active Directory tersebut sebagai indentity untuk login di Office 365.

Keuntungan menggunakan layanan Hybrid Cloud:

  • Keamanan data terjamin, karena data dapat dikelola sendiri.
  • Lebih leluasa untuk memilih mana proses bisnis yang harus tetap berjalan di private cloud dan mana proses bisnis yang bisa dipindahkan ke public cloud dengan tetap menjamin integrasi dari keduanya.

Kerugian menggunakan layanan Hybrid Cloud:

  • Untuk aplikasi yang membutuhkan integrasi antara public cloud dan private cloud, maka infrastruktur internet harus dipikirkan secara matang.

 

Platinum Computer | Konsultan IT Jakarta